Kamis, 25 Agustus 2016

Bumi Wali-ku


Saya bertempat tinggal di kota Kecil di sebelah utara pojok barat dari Provinsi Jawa Timur, yaitu Tuban. Ya, hanya kota kecil yang menjadi tempat kelahiran saya. Kota ini disebut dengan “BUMI WALI”. Mengapa disebut dengan sebutan BUMI WALI ? Karena di Kota saya inilah banyak sekali makam wali. Ada makam Sunan Bonang, Sunan Bejagung, Asmoroqond  (makam Maulana Maliq Ibrahim ). Di samping ada makam para Sunan tersebut, ada alasan kenapa Tuban kerap kali menjadi obyek wisata Religi maupun wisata yang lain, baik masyarakat Tuban maupun
masyarakat luar kota. Di Tuban banyak tempat wisata. Selain wisata Religi makam para Sunan, di Tuban juga ada Masjid Agung Tuban yang sangatlah megah. Arsitek dari pembuatan Masjid Agung Tuban ini adalah arsitek yang sama dengan yang membangun Masjid Agung Aceh. Selain masjid Agung Tuban biasanya sasaran untuk obyek wisata Religi yang lain adalah pondok pesantren dibawah perut bumi (Pesantren Syeh Maulana Maghrobi) , tempat ini juga menjadi wisata Religi favorit yang ada di Tuban.
Selain wisata Religi tadi, kota kecilku ini juga mempunyai obyek wisata yang lain. Seperti, klenteng Kwan Sing Bio. Klenteng ini merupakan klenteng terbesar kedua di ASIA. Banyak wisatawan domestic dan luar kota yang sering mengunjungi klenteng Kwan Sing Bio ini. Ada wisata lain yaitu wisata Goa Akbar, Goa Puri Asih, Goa Kancing, Goa Akbar. Tentu sjaa goa-goa ini sangatlah Indah, ada stalaktit dan stalakmit didalam goa tersebut, namun diantara goa-goa yang ada di Tuban ini, yang paling unik adalah Goa Akbar. Karena goa ini berada tepat dibawah dari Pasar Baru Tuban. Ada juga museum Purbakala yang berada disekitar Alun-alun Tuban yaitu “MUESUM KAMBANG PUTIH”. Wisata lainnya adalah Pantai Bom Tuban yang dulunya adalah tempat berlabuhnya kapal dari penjajah saat itu. Ada juga wisata pemandian alam yang saat ini masih terjaga alaminya yang bernama Pemandian Bektiharjo. Dan di Tuban sekarang baru saja di bangun tempat wisata yang belum terlalu besar dan tempatnya berada di belakang Terminal Baru Tuban, yaitu wisata KAMBANG PUTIH TUBAN PARK. Disana masih belum besar wahana permainannya, tapi sudah lumayan menjadi tempat rekreasi dan refresing untuk keluarga.
Karena Tuban berada dekat dengan pantai, dan sebagian masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Untuk makanan khas Tuban yang paling terkenal adalah kare rajungan. Kare rajungan adalah makan yang lezat dan memiliki kandungan kimia yang kaya akan nutrisi. Selain kare rajungan makanan khas daerah BUMI WALI adalah garang asem, sate bebek, belut pedas, dan becek menthok. Hmmm….. Kalian pasti langsung lapar setelah membaca makanan khas Tuban ini :D. Dan untuk minuman khas Tuban adalah “Legend an Toak” yang terbuat dari sari bunga siwalan. Namun, mungsi Toak sebenarnya adalah untuk obat bukan sebagai muniman sehari-hari. Jika minuman ini dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan mabuk. Namun jangan khawatir , minuman khas Tuban “LEGEN” adalah minuman yang sangat enak. Jika ketagihan minum jangan khawatir karena legen ini jika dikonsumsi dengan porsi yang banyak tidak mengakibatkan mabuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar